Packaging Are important !

Packaging Are important !

Packing no longer a problem in the marketing industry , is now packing a major factor in marketing pkeberhasilah More »

Brand Community UKM

Brand Community UKM

Along with the rapid competition , it takes the idea of telling to become a leader in an increasingly competitive market raged . in order to survive SMEs willing to reduce the profit margin to be exsis..... More »

Counseling on packaging

Counseling on packaging

Counseling on packaging, marketing educate facing Indonesia in the middle of the MEA.. More »

 
faq_diagram

Exp date

Bagaimana mengetahui tanggal kadaluarsa atau tanggal expired untuk sebuah makanan? Cukup mudah, Anda hanya perlu melihat tanggal kadaluarsa yang tertera. Tapi bagaimana dengan bahan makanan, seperti telur, keju, ikan atau daging? Berikut ini kita akan membahas mengenai batas kadaluarsa untuk berbagai jenis makanan.

TANGGAL KADALUARSA DAN CARA PEMBACAANNYA

Tahukah Anda kalau tangal kadaluarsa atau tanggal expired suatu makanan sebenarnya tidak menunjuk ke keamanan dari makanan tersebut melainkan kualitas atau kesegaran makanan tersebut. Jadi jika sebuah makanan telah melewati tanggal kadaluarsa, makanan tersebut secara teknis masih aman untuk dimakan. Tapi tentunya cara terbaik adalah untuk tidak memakan suatu makanan apabila sudah melewati tanggal kadaluarsa.

Jika Anda memperhatikan, tanggal kadaluarsa sendiri sangat banyak jenisnya. Berikut ini berbagai jenis tanggal atau batas kadaluarsa, dan pengartiannya.

Sell-By Date (Dijual pada Tanggal) – Paling biasa digunakan

sell-by date

Tanggal Sell-By merupakan tanggal yang digunakan oleh para toko agar mereka tidak lagi menjual makanan tersebut jika sudah melewati tanggal ini. Tanggal ini memperbolehkan para karyawan toko untuk mengetahui berapa lama sebuah produk dapat dipajang. Walaupun produk yang melewati tanggal sell-by ini masih dapat dimakan, Anda dianjurkan untuk tidak membeli produk tersebut jika sudah melewati tanggalnya ini. Tanggal Sell-By ini digunakan untuk memastikan bahwa produk masih segar.

Best if Used Before/By Date (Terbaik Sebelum Tanggal)

best if used by date

Tanggal ini digunakan oleh produsen untuk memberitahukan sampai kapan produk terkait masih berada dalam titik kesegarannya. Produk tersebut masih tetap dapat dimakan walaupun sudah melewati tanggal ini, tapi kesegaran dan kualitas makanan akan telah berkurang. Beli dan gunakan produk tersebut sebelum tanggal tertera untuk kesegaran dan kualitas terbaik.

Use-By Date (Gunakan Tanggal) – Paling biasa digunakan

used by date

Serupa dengan Best if Used Before Date, tanggal Use-By ini digunakan untuk menunjukkan kapan sebuah produk akan mulai mengalami penurunan kualitas dan rasa. Dan sama seperti Best If Used Before Data, Anda dianjurkan untuk membeli dan menggunakan produk sebelum tanggal yang tertera untuk kualitas terbaik. Tapi, mekonsumsi produk beberapa hari setelah tanggal tertera tidak akan menyakiti Anda. (Hanya beberapa hari).

Closed or Coded Dates (Kode Tanggal)

coded date

Ini adalah kode kemasan atau pengepakan yang menunjukkan kapan produk terkait dikirimkan. Kode ini biasanya berisikan urutan angka dan huruf yang menunjukkan tanggal dan waktu kontainer diisi dan tempat produksi. Hal ini harus dibedakan dengan tanggal kadaluarsa, ini hanya tanggal pengiriman dan tidak terkait dengan kualitas makanan.

Shelf Life (Masa Tahan)

shelf life date

Jika Anda mendengar tanggal Shelf Life, Anda tidak perlu bingung. Hal ini mengacu ke tanggal-tanggal kadaluarsa lainnya, baik itu use-by date, sell-by date, best used before date. Shelf Life hanya sebuah istilah untuk mengacu ke jenis-jenis tanggal kadaluarsa tersebut.

Jadi pada dasarnya tanggal kadaluarsa ini memang tidak pernah menunjukkan keamanan dari apakah makanan tersebut masih boleh dimakan atau tidak, tapi menunjukkan bahwa kualitas makanan akan memburuk jika tanggalt tersebut telah dilewati dan baiknya memang produk atau makanan tersebut tidak dimakan atau digunakan lagi. Oleh karena itulah, jika Anda mendengar seseorang mengatakan bahwa “Walaupun makanan tersebut telah melewati tanggal kadaluarsa jika masih 1 hari masih boleh dimakan.” Hal itu memang tidak salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar karena SEBAIKNYA makanan tersebut memang tidak dimakan lagi.

Standar yang biasanya digunakan adalah “Use-By” Date dan “Sell-By Date”.

WAKTU KADALUARSA UNTUK BERBAGAI JENIS MAKANAN

JIka Anda masih bersikeras ingin memakan makanan tersebut setelah melewati masa kadaluarsa, maka berikut ini waktu makanan atau produk tersebut masih boleh dimakan jika melewati masa kadaluarsa  jika diletakkan di kulkas dengan suhu 40oF atau sekitar 4,4oC dan pendingin (freezer) dengan suhu -23oC (-9oF).

expired food

TELUR

Jika Telah melewati tanggal “Sell-By” Kulkas Freezer
Telur Segar 3-4 Minggu Tidak Diletakkan di Freezer

DAGING SAPI

Jika Telah melewati tanggal Tertera Kulkas Freezer
Daging Sapi yang Tidak Dimasak 1-2 Hari 6-8 Bulan
Daging Sapi yang Dimasak 1 Minggu 6-8 Bulan

SUSU

Jika Telah melewati tanggal Tertera Kulkas Freezer
Susu yang Belum Dibuka 5-7 Hari Tidak Diletakkan di Freezer
Susu yang Telah Dibuka 5-7 Hari Tidak Diletakkan di Freezer

Walaupun Susu memang tidak diletakkan di freezer, tapi untuk memperpanjang ketahanan susu, susu dapat diletakkan di freezer dan akan bertahan selama 3 bulan. Hanya saja, itu akan membuat kualitas lebih buruk dan susu beku bukan pilihan yang bagus.

IKAN

Jika Telah melewati tanggal Tertera Kulkas Freezer
Salmon 1-2 Hari  Tidak Diletakkan di Freezer
Tuna Kaleng 5-7 Hari 6-9 Bulan
Ikan yang Dimasak 5-6 Hari 6-9 Bulan

MADU

Tahan Selamanya

Madu tidak akan pernah busuk atau basi. Walaupun mungkin warnanya akan berubah, ia sebenarnya tidak pernah basi.

KEJU

Jika Telah melewati tanggal Tertera Kulkas Freezer
Keju Keras Tidak Dibuka 2-4 Bulan 6-8 Bulan
Keju Keras Telah Dibuka 3-6 Minggu 6-8 Bulan

SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN

Sayuran dan buah-buahan memiliki tingkat ketahanan yang berbeda-beda dimulai dari beberapa hari (seperti kacang hijau), sampai beberapa minggu (bawang), hingga beberapa bulan. Pastikan untuk menyimpannya dalam kulkas dan ingatlah bahwa jika telah dipotong maka akan lebih cepat memburuk kualitasnya.

PRODUK DAIRY (HASILAN SUSU)

Keju dan susu terkadang lebih sulit untuk ditentukan berapakah sebenarnya tingkat ketahanannya. Cara terbaik adalah menciumnya dan mengacu ke tanggal “Use-By” atau “Sell-By” dan jika sudah tercium basi atau jamuran, maka sudah boleh dibuang.

Walaupun jika tidak ada tanggal yang tertera, acuan di atas masih dapat digunakan. Tanggal dan waktu di atas berdasarkan eatbydate.com. Untuk keterangan lebih lanjut atau jenis makanan lainnya dapat dilihat di eatbydate.com, greatist, dan stilltasty.com.

TIPS MENJAGA MAKANAN

Walaupun kebanyakan bahan makanan dan makanan memiliki tanggal kadaluarsa tapi semuanya juga tergantung ke kondisi dan cara penyimpanan yang Anda lakukan. Berikut ini tips-tips untuk menjaga produk-produk terkait.

KONDISI KULKAS DAN PENDINGIN

kondisi kulkas

Pastikan bahwa kulkas telah diset agar berada di bawah 4,4oC dan pendingin atau freezer berada setidaknya di  -17oC. Jika kulkas atau pendingin Anda tidak memiliki takaran temperatur yang pasti, Anda dapat meletakkan termometer pada kulkas sepanjang malam dan melihat suhunya.

JANGAN LUPAKAN TANGGAL KADALUARSA

Pastikan Anda menggunakan tanggal kadaluarsa sebagai panduan, dan apabila tanggal kadaluarsa tidak tertera maka percayalah pada diri Anda. Jika Anda sudah melihat ada jamur atau bau yang tidak enak maka buanglah.

MELETAKKANNYA BAIK-BAIK

letakkan baik-baik

Sesudah Anda membeli barang dari swalayan, supermarket atau toko-toko makanan. Letakkanlah baik-baik bahan makanan atau produk terkait ke kulkas atau freezer sesuai dengan produk terkait.

BUAH-BUAHAN, SAYURAN, PRODUK HASILAN SUSU

Seperit yang telah dikatakan di atas, buah-buahan dan sayuran memiliki tingkat ketahanan yang berbeda-beda dan ketahanannya akan lebih cepat memburuk jika telah dipotong. Untuk produk hasilan susu, yang terbaik adalah mengandalkan penciuman Anda dan melihat apakah sudah ada jamur.

taken from : tahupedia

anigif

Tahukah Anda ??? (masih seputar kemasan)

SUP

Bagi pengrajin/ Pengusaha yang biasa menggunakan stand up pouches sebagai salah satu kemasan favoritnya, secara langsung atau tidak langsung pernah melihat bentuk/ pola lingkaran serta elips yang memanjang disekitar ujung bagian bawah. umumnya ada 3 pola, yang pertama bulat, kedua agak lonjong dan yang ketiga sangat lonjoong sekali.  sebenernya apa sih fungsinya ???

bagi yang penasaran pasti akan berusaha mencari jawabannya, namun sayang hampir-hampir kita tidak menemukan jawaban yang tepat.  boro-boro ada dalam artikel berbahasa Indonesia, kita cari di literature asingpun sepertinya agak susah, selain susah apa yaa clue-nya untuk pertanyaan kita.

Baik lah, ga ada salahnya berbagi/ sharing ilmu, seperti yang pernah kami sampaikan bahwa tidak ada hal-hal yang kami sembunyikan dalam masalah berbagi Ilmu.  sebenarnya jawabannya sangat mudah sekali, namun jika saya berikan begitu saja, tanpa memberikan ilustrasi…DIJAMIN… pasti mudah lupa,  karena jawabannya cukup ribet (padahal yaa sangat sederhana) maka sedikit banyak kita akan meluangkan waktu untuk membaca sharing kami.

Saya yakin hampir kita semua pernah melekatkan stiker pada suatu benda, apakah itu kemasan, dinding, kaca, atau para autolover pasti suka memberi asesoris kendaraan mereka baik itu Motor maupun Mobil.  yaa ada stiker hadiah ada juga stiker yang kita beli, dan sepertinya asik sekali melekatkan stiker pada kendaraan kita.  Namun, hampir disetiap kita menempel sepertinya hasil tempelan kita kurang sempurna (terutama pada stiker yang cukup luas)

page

ada gelembung-gelembung udara yang terperangkap didalam kemasan, dan ini sangat mengganggu sekali akan keindahan hasil tempelan, biasanya kita sering memencet gelembung tersebut hingga bergerak kepinggir, dan akhirnya bias keluar, namun jika gelembung gelembung itu jumlahnya banyak maka umumnya kita memberi lubang dan kita pencet sehingga udara keluar dan tampilannya menjadi OK.

Lantas apa kaitannya dengan kemasan Stand Up Pouches,  kaitannya adalah….  gelembung yang 3 tadi yang berbentuk lingkaran, elips dan elips yang sangat panjang adalah alokasi tempat berkumpulnya gelembung-gelembung disekitar area sealer, sehingga area yang di sealer tampak rapi dan cantik.

Nah… Sahabat Kemasan Indonesia, simple kan jawabannya, semoga dengan berbaginya kita, dapat menjadi jembatan persaudaraan kita dan dukung terus UKM Indonesia untuk selalu maju dengan cara membeli produk-produk UKM,  cintailah produk-produk Indonesia (bukan : Cina ilah ploduk ploduk Indonesia).

Salam Hormat Kami

AA Packaging Team

 

french_pack_lge

Kemasan Aktive VS Kemasan Cerdas

moisture absorber

Kemasan aktif sudah kita bahas beberapa waktu yang lalu, ada yang berupa moisture absorber, Oxygen absorber, maupun bahan-bahan yang lain yang berfungsi sebagai tools atau alat yang dapat memperpanjang usia ekonomis, mempertahankan kerenyahan, maupun fungsi fungsi yang lainnya.

Seperti contoh gambar diatas silica gel yang merupakan jenis dari moisture absorber, berfungsi sebagai pengendali kelembaban pada suatu produk, sehingga dengan diberikannya moisture absorber pada kemasan produk otomatis menjaga tingkat kelembaban dalam kemasan produk, sehingga dengan adanya kemasan aktif ini dapat meningkatkan usia ekonomis pada suatu produk.

Produk-produk  yang patut diberikan kemasan aktif ini adalah hamper semua produk, namun untuk produk produk yang memiliki tingkat penyerapan kelembaban yang tinggi (higroskopis) sepertinya lebih baik diberi kemasan aktif ini, contohnya : keripik buah yang di proses melalui penggorengan hampa udara (Vacuum Frying) seperti keripik melon, keripik manga, keripik semangka, dll.  produk-produk susu bubuk juga perlu ditambahkan kemasan aktif ini, dll

Secara singkat, dapat disimpulkan bahwa kemasan aktif adalah alat yang dapat membuat produk fresh lebih lama atau dapat juga meningkatkan usia ekonomi yang diakibatkan peran aktif dari kemasan aktif.  nah sekarang apa bedanya dengan Kemasan Cerdas …?????

smart-packaging

Jika kemasan aktif fungsinya sebagai tools atau alat yang secara aktif melindungi produk terus apa bedanya dengan kemasan cerdas (smart Packaging).

Dalam dunia persaingan yang kian ketat, servis yang prima bagi pelanggan sudah menjadi kewajiban jika tidak mau terlindas hebatnya persaingan.  produsen berlomba lomba memberikan jasa dan pelayanan yang exelent, hampir semua kegiatan, pasti memberikan service yang bagus, syukur-syukur bias lebih bagus dari pesaing.  masih erat kaitannya dengan persaingan, kemasan cerdas sudah mulai diperkenalkan, meski hanya untuk segmen-segmen tertentu.

diatas ada sebuah gambar yang dinarasikan pada produk susu.  ketika produk masih segar, kemasan berbentuk putih polos.  seiring dengan berjalannya waktu, tampak bahwa kesegaran produk berkurang, hal ini ditunjukkan dengan berubahnya gambar pada kemasan.  semakin banyak warna orange… menunjukkan semakin dekat produk dengan exp date (tanggal kadaluarsa).

Disini consumen sangat terbantu dengan kemasan cerdas macam ini.  masih banyak contoh-contoh lainnya seperti kemasan untuk daging yang dapat menunjukkan seberapa segar produk yang ada didalamnya,  begitu pula dengan produk-produk lainnya.

semoga sedikit dari AA Packaging bias mewarnai perjalanan kemasan di Indonesia

AA Packaging House Indonesia

Inspirasi Kebangkitan UKM Indonesia

ripesense_smart_packaging

 

coffee bag

Kemasan Kopi

coffee bag

microwavable-POUCHES

Retort Pouch

Ada kesamaan antara ransum tempur dengan ransum darurat. Dua-duanya diperlukan, didistribusikan dan dikonsumsi pada kondisi yang tidak normal. Karena itu, sebagai negara yang cukup sering dilanda bencana, perlu mempersiapkan ransum darurat yang sesuai, antara lain dengan belajar dari pengalaman tentara dalam mengembangkan ransumnya.

Pada dasarnya ransum tempur (combat ration) adalah suatu menu pangan lengkap (meal) yang siap dikonsumsi; atau sering disebut sebagai Meal, Ready-to-Eat (MRE). MRE ini bisa dibuat dengan mengkombinasikan beberapa jenis pangan untuk memenuhi kriteria menu lengkap, dikemas dalam satu wadah yang ringan, sehingga mudah didistribusikan terutama dalam kondisi tempur.

retort pouch

Sebagai ransum tempur, pertama-tama, MRE harus dikembangkan untuk memberikan dukungan gizi bagi seorang tentara untuk melakukan tugas tempur dengan baik; dimana kondisi logistik pangan normal tidak mungkin dilakukan. Karena itu, ransum MRE, selain harus aman dan bergizi, juga harus memenuhi beberapa kriteria logistik yang cukup berat. Kriteria MRE itu antara lain:

Awet. MRE dipersyaratkan mempunyai umur simpan yang lama. The US Army mensyaratkan umur simpan minimum 3 tahun pada suhu penyimpanan 27 derajad Celcius dan minimum 6 bulan pada suhu 37 derajad Celcius.

Kuat. MRE harus dikemas dengan kuat, mampu bertahan dan tidak rusak jika dijatuhkan menggunakan parasut dari pesawat dengan ketinggian 400 meter. Atau, mampu bertahan untuk dijatuhkan atau dilemparkan dengan parasut dari helikopter dengan ketinggian sekitar 30 meter. Kemasan juga harus kuat mendapatkan perlakuan kasar dan kondisi logistik, penyimpanan dan distribusi yang tidak ideal bahkan kondisi lingkungan ekstrim. Kemasan juga harus tahan terhadap ancaman binatang yang mungkin terdapat pada lingkungan darurat.

Bermutu. Terakhir, MRE tersebut akan bisa berfungsi membantu tugas tempur jika pangan tersebut dikonsumsi. Karena itu, MRE yang diproduksi harus aman, bergizi dan mempunyai kualitas organoleptik -terutama citarasa- yang bisa diterima. Persyaratan tentang kualitas organoleptik ini menjadi lebih penting untuk pengembangan ransum darurat untuk keperluan kemanusiaan (sering disebut dengan istilah Humanitarian Daily Rations, HDR). Hal ini disebabkan karena kondisi bencana tentunya memberikan efek depresi yang lebih bagi kelompok sipil daripada kelompok militer yang terlatih. Kondisi depresi sering mengakibatkan menurunnya atau bahkan hilangnya selera makan. Karena itulah pengembangan ransum darurat harus memperhatikan kebiasaan dan selera makan korban bencana. Sesuai dengan tujuannya, maka HDR disusun untuk memberikan jaminan pemenuhan keperluan gizi minimum bagi korban bencana untuk bisa tetap bertahan pada kondisi darurat.

Retort pouch

Teknologi retort yaitu teknologi pemasakan dengan menggunakan uap atau air superheated untuk pemanasan pangan yang telah terlebih dulu dikemas, banyak digunakan untuk penyiapan MRE maupun HDR. Teknologi pengalengan bisa digunakan untuk mengolah dan mengawetkan aneka produk pangan, bahkan campuran aneka pangan dalam suatu menu jika diperlukan. Industri pengalengan pangan telah berhasil mengolah dan mengawetkan aneka jenis produk pangan; sampai ke aneka sup dan sayur lodeh dalam kaleng –misalnya. Dengan sedikit imajinasi, teknologi retort bisa digunakan untuk menghasilkan MRE atau pun HDR dengan mudah.

Pengemas yang umum digunakan adalah kaleng dengan berbagai bentuk dan ukuran. Dalam perkembangannya, pengemas yang populer belakangan sebagai alternatif kaleng adalah pengemas fleksibel yang disebut dengan retort pouch. Retort pouch (RP) adalah bahan kemasan berlapis (laminat) fleksibel yang mampu bertahan pada suhu tinggi –suhu operasional retort. Sebagaimana namanya, RP mempunyai kemampuan untuk bertahan pada kondisi operasional retort. Dalam hal ini, produk pangan diisikan ke dalam RP dan kemudian ditutup (sealed), kemudian diikuti dengan perlakuan sterilisasi panas sebagaimana proses pengalengan pada umumnya.

Produk pangan yang diproduksi dengan teknik pengemasan dan pengolahan semacam ini telah banyak beredar (Gambar 1), dan mulai dipasarkan di AS sejak tahun 1974. Sebelumnya, teknologi ini pertama kali diaplikasikan oleh the US Army pada akhir tahun 1960-an, untuk keperluan mengganti pengemas kaleng untuk ransum-C (C-ration). Ransum-C (Combat-ration atau C-ration) adalah ransum tempur yang dibuat oleh the US Army sejak masa Perang Dunia II. Proyek oleh the US Army ini memunculkan teknik pengemasan pangan siap makan (Meal Ready to Eat, MRE) yang masih digunakan sampai sekarang. RP –sering juga disebut flexible retort pouch (FRP)- umumnya dibuat dari dari laminat (lapisan beberapa bahan pengemas fleksibel yang direkatkan dengan sistem perekat). RP paling tidak terdiri dari 3 bahan utama; yaitu poliester, aluminum foil dan poliolefin atau polipropilene. Namun demikian, kebanyakan RP komersial dibuat dengan menggunakan 4 lapisan utama; terdiri dari lapisan poliester di bagian luar, disusul dengan lapisan nilon, lapisan aluminum foil, dan di bagian dalam yang kontak dengan produk pangan adalah lapisan polipropilen (Gambar 2). Titik leleh polipropilen adalah sekitar 138°C (280°F), lebih tinggi daripada suhu operasional retort pada umumnya yang berkisar 121°C (250˚F).

pages_report_pouch

Aluminum foil merupakan komponen utama pengemas ini karena kemampuannya menahan transmisi oksigen. Beberapa pengemas RP ada juga yang tidak mengandung aluminium foil, diganti dengan lapisan polivinilidene klorida (PVDC, atau SARAN®), etilene vinil alcohol (EVOH), atau nilon di lapisan dalamnya. Lapisan-lapisan laminat ini direkatkan satu sama lain dengan perekat (adhesives), yang biasanya berupa etilene vinil asetat (EVA). Secara komesial, sekarang banyak ditawarkan berbagai varian bahan pengemas fleksibel yang cocok untuk teknologi retort. Perlu dicermati bahwa masing-masing lapisan berfungsi secara khusus dan bersifat kritikal pada integritas pengemas, yang akhirnya berpengaruh pada masa simpan produk. Karena itulah maka pemilihan pengemas harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan teknologi pemgolahan yang ada.

Keuntungan retort pouch

Sebagai pengemas, RP atau FRP mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan kaleng (Tabel 1). RP secara umum lebih mudah dan murah, serta memberilkan fleksibelitas dalam desain grafis untuk keperluan pemasaran. Disamping itu, dengan sifat hantar panas yang lebih baik, maka produk yang dikemas dengan kemasan retort pouch proses pemanasannya akan lebih efisien, sehingga menghasilkan produk dengan mutu yang lebih baik dan penggunaan energi yang lebih efisien.

Perlu retort khusus?

Di Jepang, teknologi RP ini mendapat sambutan konsumen dengan sangat luas, dimana di pasaran telah tersedia produk retort pouch mulai dari sukiyaki sampai aneka sup. Industri pengolahan seafood saat ini telah banyak yang mengganti kemasan kalengnya dengan pengemas RP. Berdasarkan pengalaman industri seafood, diperoleh konfirmasi bahwa waktu pengolahan produk dalam kemasan RP bisa lebih pendek dan menghasilkan mutu produk yang lebih baik. Seafood asap yang dikemas secara vakum dengan RP dan dipanaskan pada suhu diatas 230°F dengan tekanan, menghasilkan produk yang awet tanpa memerlukan pendinginan dan mutunya lebih baik daripada jika produk tersebut dikalengkan. Beberapa industri juga -Star-Kist, misalnya- menawarkan kemasan untuk industri jasa boga, diikuti dengan produk untuk konsumen retail, produk tuna yang proses dan dikemas dengan RP, sebagai hasil konversi produk sejenis yang tadinya diproduksi dengan teknologi pengalengan.

Keawetan produk RP ini diperoleh dengan proses pemanasan sebagaimana proses pengalengan; sehingga krieteria keamanan pangan berdasarkan pada inaktivasi Clostridium botulinum merupakan hal yang harus tetap dijadikan acuan. Karena itulah maka proses pemanasan yang dilakukan harus terukur dan cukup untuk menginaktivasikan Clostridium botulinum yang tahan panas tersebut.

Di Indonesia, beberapa industri sudah pernah memperkenalkan produk RP ini, seperti misalnya produk rendang, tuna, dan lain-lain. Salah satu kendala dari pengembangan produk ini adalah diperlukannya retort bertekanan berlebih sebagai alat pamasaknya. Penggunaan retort biasa –steam retort- untuk produk yang dikemas dengan RP akan menyebabkan tingginya kerusakan kemasan. Produk dengan kemasan RP/FRP, bisa diproses dengan baik menggunakan retort bertekanan berlebih –over pressure retort; misalnya water retort atau pun spray retort. Dengan over pressure, maka akan mengurangi kegagalan proses yang diakibatkan oleh bocor atau pecahnya kemasan (RP). Atau, untuk produk pangan yang asam atau diasamkan (acid or acidified food), penggunaan teknik dipping dalam hot water bath bisa dilakukan dengan hasil yang baik.

by : Prof. Purwiyatno Hariyadi (diambil dari food review)

232c9218f1aec9c42f0f799a43d2c30b

Special Price For YOU ALL

Dalam menghadapi MEA, UKM Perlu tenaga Extra.

Diakui Atau tidak, di era MEA ini UMKM dituntut lebih, yaitu lebih professional, lebih mandiri dan berkelanjutan.  Sadar akan semakin kompleksnya bisnis dan semakin ketatnya persaingan, dituntut adanya sumber Bahan baku yang baik, murah dan berkelanjutan.  SDM yang tahan Banting dan Ide-ide creative yang bisa dijual.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, sepertinya AA Packaging House Indonesia tergerak dan tergugah untuk memberikan service dan harga terbaik untuk UMKM, khususnya UMKM yang bergerak dalam pelayanan kemasan.  oleh karena itu, setelah kita godok materi penjualan AA Packaging House, produk produk yang sering terjual akan kami berikan harga special Untuk DISTRIBUTOR AA Packaging House Indonesia.

157007255

adapun jenis-jenis kemasan beserta spec, gambar, ukuran dan harga, yang jumlahnya mencapai puluhan item bisa langsung didapatkan dengan menghubungi

Pak Tonny / Ibu Izzah : kemasankoe@gmail.com

*. syarat dan ketentuan berlaku

Semoga yang sedikit dari kami bias memberi warna

 

Salam Hangat

AA Packaging House Indonesia

Inspirasi Kebangkitan UKM Indonesia

Disney-Coke (1)

Haruskah kita Ngetop Sendiri !!!!

Disney coke
Yang namanya UKM….. umumnya memiliki cita-cita yang tinggi sekali
pengennya sih, semua segmen harus dikuasai, ga boleh ada UKM yang laen sesukses kita, kalo perlu dibabat habis…. heee
(itulah bisik-bisik tetangga ala UKM)

Apakah salah UKM memiliki cita-cita setinggi langit ??? jawabannya adalah TIDAK, sebab, sejatuh jatuhnya dari langit masih ada kemungkinan nyantol/ tersangkut di BINTANG, kalo toh ngga nyangkut di BINTANG, paling ngga masih bisa berharap mampir di AWAN lah, dan kalolah harus jatuh ke bumi, paling ngga masih jatuh di puncak gunung JAYA WIJAYA. (edisi www.memaska.com)

Paling tidak, itulah gambaran UKM Indonesia yang sangat gigih dalam memperjuangkan nasib dan usahanya. Umumnya UKM di indonesia adalah PEKERJA KERAS yang siap menghadapi segala rintangan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Namun sayangnya mereka banyak yang lupa bahwa disamping kerja keras, masih ada kerja-kerja yang lain lagi untuk memperoleh keberhasilan, yaitu KERJA CERDAS, KERJA TUNTAS dan KERJA IKHLAS.

Kembali ketopik awal, Apakah UKM harus berhasil/ Ngetop Sendiri, sedangkan UKM yang lain TIDAK… ???

Sebelum saya menjawab pertanyaan saya sendiri, ada baiknya kita sedikit menengok kebelakang mengenai merk-merk seperti
SONY-ERICCSON, apakah merk SONY tidak cukup terkenal…. jawabannya hampir kita semua pasti pernah mendengar merk SONY, begitu pula halnya dengan merk ERICCSON, bagi penggemar HP khususnya awal-awal HP diciptakan, ERICCSON adalah nama yang paling populer waktu itu.
Bagaimana halnya jika kita gabungkan antara DISNEY dan COCA COLA seperti gambar dibawah :
Disney-Coke (2)
Tentu perpaduan DISNEY COLA menjadi MEGA-BRAND
siapa sih manusia modern yang tidak pernah dengan nama DISNEY dan COCA COLA
perpaduan nama tersebut akan menjadi magnet yang besar dan kuat.

sehingga sangat mudah bagi perusahaan untuk menjaring konsumen yang beterbaran, Brand yang kuat dikolaborasikan dengan Brand kuat lainnya menjadi MEGA BRAND yang sangat sulit untuk ditandingi. Kita kembali ke UKM, Perusahaan Besar saja masih perlu menggandeng perusahaan besar lainnya untuk memenangkan pertarungan, apakah UKM Cukup bertanding dengan namanya sendiri ????
jawabannya adalah …. Andalah yang menentukan jawabannya, apakah cukup berdiri sendiri, atau membuat suatu Brand Komuniti yang KUAT.
namun jika saya ditanya, jawabannya adalah TIDAK. Bukan Jamannya UKM Berhasil Sendirian
MARI… kita UKM Indonesia, bergandeng tangan, saling bahu membahu menyongsong MEA. Kita BISA kok, asal mau. Mau bekerjasama, saling membantu satu sama lain, take and give, Insya Allah UKM Indonesia mampu memenangkan persaingan di era MEA.

Mari kita bergandeng tangan menyongsong MEA dengan OPTIMIS

Salam Hormat dari Kami
AA Packaging House Indonesia
(Modern Indonesia Packaging House)

#Inspirasi Kebangkitan UKM Indonesia#

DSCN8844

Merek Komunitas

Vietnam tea

Vietnam tea

Jumpa lagi
Setelah lawatan kebeberapa daerah, memahami kearifan lokal dan budaya daerah, memberi inspirasi untuk menuangkan ide menulis.

Baiklah kali ini saya mencoba sedikit mengulas mengenai pentingnya sedikit merek tapi berkualitas dan dapat diandalkan daripada banyak merek tapi tidak banyak berarti.
seperti yang kita ketahui bersama, bahwa jumlah UKM di Indonesia tidak kurang dari 50. eeiit.. tunggu dulu, bukan 50 orang pengusaha lho, juga bukan 50.000 UKM tapi 50 juta (pake 0-nya enam). 50.000.000 bukanlah jumlah yang sedikit, bukan pula sektor yang tidak diperhitungkan, justeru ketika tahun 1998 perekonomian Indonesia lumpuh, hanya UKM lah yang masih survive dan menjadi andalan bangsa dalam pembangunan bangsa dan negara.

Sayangnya, besarnya jumlah UKM di Indonesia masih belum bisa banyak berkiprah didunia Luar, coba anda hitung berapa banyak UKM Indonesia yang GO Internasional, katakanlan ada BABARAFI, ES TELER 77, dan apa lagi coba, kalo toh ada apakah jumlahnya 10% dari total UKM Indonesia, mungkin terlalu banyak yaa… coba kita ganti prosentasinya dengan 1% = 500.000 UKM Go Internasional ????, masih telalu banyak yaa…. mungkin 0.01% = 1.000 UKM ???? saya juga belum yakin jika sudah ada 1.000 UKM yang GO Internasional (meskipun saya berharap mencapai angka tersebut).

Coba bayangkan hanya 0.01% saja = 1/100 % dari total UKM yang bisa eksis/ go Internasional sedang 99.99% belum siap untuk bertarung di dunia luar. padahal desember 2015 atau bulan depan kita sudah membuka diri dengan perdagangan bebas antar negara asean yang sering di sebut dengan MEA. lantas siapkah kita ????

Siap tidak siap, HARUS SIAP. percuma kita mengeluh, toh juga pasti akan terjadi juga perdagangan bebas negara-negara ASEAN. fokus kita bukan pada keluhan, tapi bagaimana kita harus bersikap. sedikit menyimpang, penulis sering diajak study kemasan baik di nusantara, luar negeri, termasuk juga dinegara-negara yang tergabung dalam ASEAN. ambil contoh Thailand dan Vietnam. Umumnya produk-produk UKM mereka memiliki kemasan yang menarik, baik dari segi desain kemasan, desain grafis, maupun penambahan hal-hal inovatif yang lucu dan ada juga yang nakal. hal-hal seperti ini, ternyata membuat banyak orang termasuk penulis menjadi ingin memiliki produk tersebut.

singkat cerita kita belilah produk-produk tersebut dengan harapan produk memiliki rasa atau kualitas seperti kemasan, ternyata harapan sekedar harapan, impian sekedar impian hampir 80% produknya tidak sesuai dengan Lidah kita Bangsa Indonesia, bagi penulis, rasa produk hambar tampilan produk yaaa datar-datar saja. masih jauuuh lebih enak produk-produk UKM Indonesia, meski secara kualitas kemasan masih ketinggalan. selain ketinggalan produk UKM Indonesia memiliki ribuan, ratusan ribu bahkan jutaan merek, membuat pembeli bingung produk mana yang enak dan direkomendasikan.

kembali ke merek, tidak banyak merek-merek yang penulis jumpai dalam lawatan dan study packaging di negara-negara ASEAN. dan banyak sekali penulis jumpai produk diBRAND atau diMERKi dengan nama-nama kota-kota Mis: Saigon Tea, Hanoi Tea, Danang Tea, dan masih banyak yang lain mis di jepang tepung KOBE, di Amerika Kentucky Fried Chicken, dll.
Menurut pendapat penulis, tidak ada salahnya jika kita menyatukan UKM dan memberi payung nama yang sama (tentunya dengan SOP yang bagus sehingga ada QC yang handal agar tercipta produk yang berdaya saing dan standart).

Hal serupa telah dilakukan oleh teman-teman UKM di Malang, dengan Branding “Amazing Malang” mereka berusaha mengerucutkan Brand, menjadi brand komunitas dengan quality control yang handal. awalnya berat, namun ketika brand mulai meluas dan dikenal banyak orang, “Amazing Malang” menjadi pilihan yang tepat sebagai payung untuk memulai usaha dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Hal-hal seperti inilah yang sesungguhnya dibutuhkan pemerintah dalam meningkatkan daya saing UKM di Indonesia, sebab saat ini yang dibina cuma itu dan itu-itu lagi. dengan adanya brand community maka mutu bisa dijaga, kemasan bisa dibuat semenarik mungkin dan yang pasti dapat dijangkau oleh komunitas, dimana hal ini belum tentu dapat dilakukan oleh tiap-tiap individu mandiri.

Amazing Malang merupakan fenomena menarik dan dapat dijadikan pilot project bagi kota-kota lain.

Semoga sedikit sharing dari penulis, dapat memberikan warna bagi UKM di Indonesia
salam hormat kami
Ronny Kurniawan

Jpeg

Jpeg

Cool Blue Outer Glow Pointer