Packaging Are important !

Packaging Are important !

Packing no longer a problem in the marketing industry , is now packing a major factor in marketing pkeberhasilah More »

Brand Community UKM

Brand Community UKM

Along with the rapid competition , it takes the idea of telling to become a leader in an increasingly competitive market raged . in order to survive SMEs willing to reduce the profit margin to be exsis..... More »

Counseling on packaging

Counseling on packaging

Counseling on packaging, marketing educate facing Indonesia in the middle of the MEA.. More »

 
disperindag kab kediri 150316

Display Produk

Penataan produk atau yang sering kita kenal dengan istilah display adalah suatu cara penataan produk terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan tertentu dengan tujuan untuk menarik perhatian konsumen. Untuk memperjelas arti dari display tersebut, William J.Shultz, “Display consist of simulating customers attention and interest in a product or a store, and desire to buy the product or patronize the store, through direct visual appeal”. Display adalah suatu cara mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung ( direct visual appeal ).
Pelaksanaan display yang baik merupakan salah satu cara untuk memperoleh keberhasilan self service dalam menjual barang–barang. Hal ini dapat dilihat di supermarket. Adapun tujuan display digolongkan sebagai berikut :

faq_diagram

Exp date

Bagaimana mengetahui tanggal kadaluarsa atau tanggal expired untuk sebuah makanan? Cukup mudah, Anda hanya perlu melihat tanggal kadaluarsa yang tertera. Tapi bagaimana dengan bahan makanan, seperti telur, keju, ikan atau daging? Berikut ini kita akan membahas mengenai batas kadaluarsa untuk berbagai jenis makanan.

TANGGAL KADALUARSA DAN CARA PEMBACAANNYA

Tahukah Anda kalau tangal kadaluarsa atau tanggal expired suatu makanan sebenarnya tidak menunjuk ke keamanan dari makanan tersebut melainkan kualitas atau kesegaran makanan tersebut. Jadi jika sebuah makanan telah melewati tanggal kadaluarsa, makanan tersebut secara teknis masih aman untuk dimakan. Tapi tentunya cara terbaik adalah untuk tidak memakan suatu makanan apabila sudah melewati tanggal kadaluarsa.

Jika Anda memperhatikan, tanggal kadaluarsa sendiri sangat banyak jenisnya. Berikut ini berbagai jenis

anigif

Tahukah Anda ??? (masih seputar kemasan)

SUP

Bagi pengrajin/ Pengusaha yang biasa menggunakan stand up pouches sebagai salah satu kemasan favoritnya, secara langsung atau tidak langsung pernah melihat bentuk/ pola lingkaran serta elips yang memanjang disekitar ujung bagian bawah. umumnya ada 3 pola, yang pertama bulat, kedua agak lonjong dan yang ketiga sangat lonjoong sekali.  sebenernya apa sih fungsinya ???

bagi yang penasaran pasti akan berusaha mencari jawabannya, namun sayang hampir-hampir kita tidak menemukan jawaban yang tepat.  boro-boro ada dalam artikel berbahasa Indonesia, kita cari di literature asingpun sepertinya agak susah, selain susah apa yaa clue-nya untuk pertanyaan kita.

Baik lah, ga ada salahnya berbagi/ sharing ilmu, seperti yang pernah kami sampaikan bahwa tidak ada hal-hal yang kami sembunyikan dalam masalah berbagi Ilmu.  sebenarnya jawabannya sangat mudah sekali, namun jika saya berikan begitu saja, tanpa memberikan ilustrasi…DIJAMIN… pasti

french_pack_lge

Kemasan Aktive VS Kemasan Cerdas

moisture absorber

Kemasan aktif sudah kita bahas beberapa waktu yang lalu, ada yang berupa moisture absorber, Oxygen absorber, maupun bahan-bahan yang lain yang berfungsi sebagai tools atau alat yang dapat memperpanjang usia ekonomis, mempertahankan kerenyahan, maupun fungsi fungsi yang lainnya.

Seperti contoh gambar diatas silica gel yang merupakan jenis dari moisture absorber, berfungsi sebagai pengendali kelembaban pada suatu produk, sehingga dengan diberikannya moisture absorber pada kemasan produk otomatis menjaga tingkat kelembaban dalam kemasan produk, sehingga dengan adanya kemasan aktif ini dapat meningkatkan usia ekonomis pada suatu produk.

Produk-produk  yang patut diberikan kemasan aktif ini adalah

coffee bag

Kemasan Kopi

coffee bag

microwavable-POUCHES

Retort Pouch

Ada kesamaan antara ransum tempur dengan ransum darurat. Dua-duanya diperlukan, didistribusikan dan dikonsumsi pada kondisi yang tidak normal. Karena itu, sebagai negara yang cukup sering dilanda bencana, perlu mempersiapkan ransum darurat yang sesuai, antara lain dengan belajar dari pengalaman tentara dalam mengembangkan ransumnya.

Pada dasarnya ransum tempur (combat ration) adalah suatu menu pangan lengkap (meal) yang siap dikonsumsi; atau sering disebut sebagai Meal, Ready-to-Eat (MRE). MRE ini bisa dibuat dengan mengkombinasikan beberapa jenis pangan untuk memenuhi kriteria menu lengkap, dikemas dalam satu wadah yang ringan, sehingga mudah didistribusikan terutama dalam kondisi tempur.

retort pouch

Sebagai ransum tempur, pertama-tama, MRE harus dikembangkan untuk memberikan dukungan gizi bagi seorang tentara untuk melakukan tugas tempur dengan baik; dimana kondisi logistik pangan normal tidak mungkin dilakukan. Karena itu, ransum MRE, selain harus aman dan bergizi, juga harus memenuhi beberapa kriteria logistik yang cukup berat. Kriteria MRE itu antara lain:

Awet. MRE dipersyaratkan mempunyai umur simpan yang lama. The US Army mensyaratkan umur simpan minimum 3 tahun pada suhu penyimpanan 27 derajad Celcius dan minimum 6 bulan pada suhu 37 derajad Celcius.

Kuat. MRE harus dikemas dengan kuat, mampu bertahan dan tidak rusak jika dijatuhkan menggunakan parasut dari pesawat dengan ketinggian 400 meter. Atau, mampu bertahan untuk dijatuhkan atau dilemparkan dengan parasut dari helikopter dengan ketinggian sekitar 30 meter. Kemasan juga harus kuat mendapatkan perlakuan kasar dan kondisi logistik, penyimpanan dan distribusi yang tidak ideal bahkan kondisi lingkungan ekstrim. Kemasan juga harus tahan terhadap ancaman binatang yang mungkin terdapat pada lingkungan darurat.

Bermutu. Terakhir, MRE tersebut akan bisa berfungsi membantu tugas tempur jika pangan tersebut dikonsumsi. Karena itu, MRE yang diproduksi harus aman, bergizi dan mempunyai kualitas organoleptik -terutama citarasa- yang bisa diterima. Persyaratan tentang kualitas organoleptik ini menjadi lebih penting untuk pengembangan ransum darurat untuk keperluan kemanusiaan (sering disebut dengan istilah Humanitarian Daily Rations, HDR). Hal ini disebabkan karena kondisi bencana tentunya memberikan efek depresi yang lebih bagi kelompok sipil daripada kelompok militer yang terlatih. Kondisi depresi sering mengakibatkan menurunnya atau bahkan hilangnya selera makan. Karena itulah pengembangan ransum darurat harus memperhatikan kebiasaan dan selera makan korban bencana. Sesuai dengan tujuannya, maka HDR disusun untuk memberikan jaminan pemenuhan keperluan gizi minimum bagi korban bencana untuk bisa tetap bertahan pada kondisi darurat.

Retort pouch

Teknologi retort yaitu teknologi pemasakan dengan menggunakan uap atau air superheated untuk pemanasan pangan yang telah terlebih dulu dikemas, banyak digunakan untuk penyiapan MRE maupun HDR. Teknologi pengalengan bisa digunakan untuk mengolah dan mengawetkan aneka produk pangan, bahkan campuran aneka pangan dalam suatu menu jika diperlukan. Industri pengalengan pangan telah berhasil mengolah dan mengawetkan aneka jenis produk pangan; sampai ke aneka sup dan sayur lodeh dalam kaleng –misalnya. Dengan sedikit imajinasi, teknologi retort bisa digunakan untuk menghasilkan MRE atau pun HDR dengan mudah.

Pengemas yang umum digunakan adalah kaleng dengan berbagai bentuk dan ukuran. Dalam perkembangannya, pengemas yang populer belakangan sebagai alternatif kaleng adalah pengemas fleksibel yang disebut dengan retort pouch. Retort pouch (RP) adalah bahan kemasan berlapis (laminat) fleksibel yang mampu bertahan pada suhu tinggi –suhu operasional retort. Sebagaimana namanya, RP mempunyai kemampuan untuk bertahan pada kondisi operasional retort. Dalam hal ini, produk pangan diisikan ke dalam RP dan kemudian ditutup (sealed), kemudian diikuti dengan perlakuan sterilisasi panas sebagaimana proses pengalengan pada umumnya.

Produk pangan yang diproduksi dengan teknik pengemasan dan pengolahan semacam ini telah banyak beredar (Gambar 1), dan mulai dipasarkan di AS sejak tahun 1974. Sebelumnya, teknologi ini pertama kali diaplikasikan oleh the US Army pada akhir tahun 1960-an, untuk keperluan mengganti pengemas kaleng untuk ransum-C (C-ration). Ransum-C (Combat-ration atau C-ration) adalah ransum tempur yang dibuat oleh the US Army sejak masa Perang Dunia II. Proyek oleh the US Army ini memunculkan teknik pengemasan pangan siap makan (Meal Ready to Eat, MRE) yang masih digunakan sampai sekarang. RP –sering juga disebut flexible retort pouch (FRP)- umumnya dibuat dari dari laminat (lapisan beberapa bahan pengemas fleksibel yang direkatkan dengan sistem perekat). RP paling tidak terdiri dari 3 bahan utama; yaitu poliester, aluminum foil dan poliolefin atau polipropilene. Namun demikian, kebanyakan RP komersial dibuat dengan menggunakan 4 lapisan utama; terdiri dari lapisan poliester di bagian luar, disusul dengan lapisan nilon, lapisan aluminum foil, dan di bagian dalam yang kontak dengan produk pangan adalah lapisan polipropilen (Gambar 2). Titik leleh polipropilen adalah sekitar 138°C (280°F), lebih tinggi daripada suhu operasional retort pada umumnya yang berkisar 121°C (250˚F).

pages_report_pouch

Aluminum foil merupakan komponen utama pengemas ini karena kemampuannya menahan transmisi oksigen. Beberapa pengemas RP ada juga yang tidak mengandung aluminium foil, diganti dengan lapisan polivinilidene klorida (PVDC, atau SARAN®), etilene vinil alcohol (EVOH), atau nilon di lapisan dalamnya. Lapisan-lapisan laminat ini direkatkan satu sama lain dengan perekat (adhesives), yang biasanya berupa etilene vinil asetat (EVA). Secara komesial, sekarang banyak ditawarkan berbagai varian bahan pengemas fleksibel yang cocok untuk teknologi retort. Perlu dicermati bahwa masing-masing lapisan berfungsi secara khusus dan bersifat kritikal pada integritas pengemas, yang akhirnya berpengaruh pada masa simpan produk. Karena itulah maka pemilihan pengemas harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan teknologi pemgolahan yang ada.

Keuntungan retort pouch

Sebagai pengemas, RP atau FRP mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan kaleng (Tabel 1). RP secara umum lebih mudah dan murah, serta memberilkan fleksibelitas dalam desain grafis untuk keperluan pemasaran. Disamping itu, dengan sifat hantar panas yang lebih baik, maka produk yang dikemas dengan kemasan retort pouch proses pemanasannya akan lebih efisien, sehingga menghasilkan produk dengan mutu yang lebih baik dan penggunaan energi yang lebih efisien.

Perlu retort khusus?

Di Jepang, teknologi RP ini mendapat sambutan konsumen dengan sangat luas, dimana di pasaran telah tersedia produk retort pouch mulai dari sukiyaki sampai aneka sup. Industri pengolahan seafood saat ini telah banyak yang mengganti kemasan kalengnya dengan pengemas RP. Berdasarkan pengalaman industri seafood, diperoleh konfirmasi bahwa waktu pengolahan produk dalam kemasan RP bisa lebih pendek dan menghasilkan mutu produk yang lebih baik. Seafood asap yang dikemas secara vakum dengan RP dan dipanaskan pada suhu diatas 230°F dengan tekanan, menghasilkan produk yang awet tanpa memerlukan pendinginan dan mutunya lebih baik daripada jika produk tersebut dikalengkan. Beberapa industri juga -Star-Kist, misalnya- menawarkan kemasan untuk industri jasa boga, diikuti dengan produk untuk konsumen retail, produk tuna yang proses dan dikemas dengan RP, sebagai hasil konversi produk sejenis yang tadinya diproduksi dengan teknologi pengalengan.

Keawetan produk RP ini diperoleh dengan proses pemanasan sebagaimana proses pengalengan; sehingga krieteria keamanan pangan berdasarkan pada inaktivasi Clostridium botulinum merupakan hal yang harus tetap dijadikan acuan. Karena itulah maka proses pemanasan yang dilakukan harus terukur dan cukup untuk menginaktivasikan Clostridium botulinum yang tahan panas tersebut.

Di Indonesia, beberapa industri sudah pernah memperkenalkan produk RP ini, seperti misalnya produk rendang, tuna, dan lain-lain. Salah satu kendala dari pengembangan produk ini adalah diperlukannya retort bertekanan berlebih sebagai alat pamasaknya. Penggunaan retort biasa –steam retort- untuk produk yang dikemas dengan RP akan menyebabkan tingginya kerusakan kemasan. Produk dengan kemasan RP/FRP, bisa diproses dengan baik menggunakan retort bertekanan berlebih –over pressure retort; misalnya water retort atau pun spray retort. Dengan over pressure, maka akan mengurangi kegagalan proses yang diakibatkan oleh bocor atau pecahnya kemasan (RP). Atau, untuk produk pangan yang asam atau diasamkan (acid or acidified food), penggunaan teknik dipping dalam hot water bath bisa dilakukan dengan hasil yang baik.

by : Prof. Purwiyatno Hariyadi (diambil dari food review)

232c9218f1aec9c42f0f799a43d2c30b

Special Price For YOU ALL

Dalam menghadapi MEA, UKM Perlu tenaga Extra.

Diakui Atau tidak, di era MEA ini UMKM dituntut lebih, yaitu lebih professional, lebih mandiri dan berkelanjutan.  Sadar akan semakin kompleksnya bisnis dan semakin ketatnya persaingan, dituntut adanya sumber Bahan baku yang baik, murah dan berkelanjutan.  SDM yang tahan Banting dan Ide-ide creative yang bisa dijual.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, sepertinya AA Packaging House Indonesia tergerak dan tergugah untuk memberikan service dan harga terbaik untuk UMKM, khususnya UMKM yang bergerak dalam pelayanan kemasan.  oleh karena itu, setelah kita godok materi penjualan AA Packaging House, produk produk yang sering terjual akan kami berikan harga special Untuk DISTRIBUTOR AA Packaging House Indonesia.

157007255

adapun jenis-jenis kemasan beserta spec, gambar, ukuran dan harga, yang jumlahnya mencapai puluhan item bisa langsung didapatkan dengan menghubungi

Pak Tonny / Ibu Izzah : kemasankoe@gmail.com

*. syarat dan ketentuan berlaku

Semoga yang sedikit dari kami bias memberi warna

 

Salam Hangat

AA Packaging House Indonesia

Inspirasi Kebangkitan UKM Indonesia

Disney-Coke (1)

Haruskah kita Ngetop Sendiri !!!!

Disney coke
Yang namanya UKM….. umumnya memiliki cita-cita yang tinggi sekali
pengennya sih, semua segmen harus dikuasai, ga boleh ada UKM yang laen sesukses kita, kalo perlu dibabat habis…. heee
(itulah bisik-bisik tetangga ala UKM)

Apakah salah UKM memiliki cita-cita setinggi langit ??? jawabannya adalah TIDAK, sebab, sejatuh jatuhnya dari langit masih ada kemungkinan nyantol/ tersangkut di BINTANG, kalo toh ngga nyangkut di BINTANG, paling ngga masih bisa berharap mampir di AWAN lah, dan kalolah harus jatuh ke bumi, paling ngga masih jatuh di puncak gunung JAYA WIJAYA. (edisi www.memaska.com)

Paling tidak, itulah gambaran UKM Indonesia yang sangat gigih dalam memperjuangkan nasib dan usahanya. Umumnya UKM di indonesia adalah PEKERJA KERAS yang siap menghadapi segala rintangan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Namun sayangnya mereka banyak yang lupa bahwa disamping kerja keras, masih ada kerja-kerja yang lain lagi untuk memperoleh keberhasilan, yaitu KERJA CERDAS, KERJA TUNTAS dan KERJA IKHLAS.

Kembali ketopik awal, Apakah UKM harus berhasil/ Ngetop Sendiri, sedangkan UKM yang lain TIDAK… ???

Sebelum saya menjawab pertanyaan saya sendiri, ada baiknya kita sedikit menengok kebelakang mengenai merk-merk seperti
SONY-ERICCSON, apakah merk SONY tidak cukup terkenal…. jawabannya hampir kita semua pasti pernah mendengar merk SONY, begitu pula halnya dengan merk ERICCSON, bagi penggemar HP khususnya awal-awal HP diciptakan, ERICCSON adalah nama yang paling populer waktu itu.
Bagaimana halnya jika kita gabungkan antara DISNEY dan COCA COLA seperti gambar dibawah :
Disney-Coke (2)
Tentu perpaduan DISNEY COLA menjadi MEGA-BRAND
siapa sih manusia modern yang tidak pernah dengan nama DISNEY dan COCA COLA
perpaduan nama tersebut akan menjadi magnet yang besar dan kuat.

sehingga sangat mudah bagi perusahaan untuk menjaring konsumen yang beterbaran, Brand yang kuat dikolaborasikan dengan Brand kuat lainnya menjadi MEGA BRAND yang sangat sulit untuk ditandingi. Kita kembali ke UKM, Perusahaan Besar saja masih perlu menggandeng perusahaan besar lainnya untuk memenangkan pertarungan, apakah UKM Cukup bertanding dengan namanya sendiri ????
jawabannya adalah …. Andalah yang menentukan jawabannya, apakah cukup berdiri sendiri, atau membuat suatu Brand Komuniti yang KUAT.
namun jika saya ditanya, jawabannya adalah TIDAK. Bukan Jamannya UKM Berhasil Sendirian
MARI… kita UKM Indonesia, bergandeng tangan, saling bahu membahu menyongsong MEA. Kita BISA kok, asal mau. Mau bekerjasama, saling membantu satu sama lain, take and give, Insya Allah UKM Indonesia mampu memenangkan persaingan di era MEA.

Mari kita bergandeng tangan menyongsong MEA dengan OPTIMIS

Salam Hormat dari Kami
AA Packaging House Indonesia
(Modern Indonesia Packaging House)

#Inspirasi Kebangkitan UKM Indonesia#

Cool Blue Outer Glow Pointer