structure 1024x716 kecil
 

Masih segar dalam ingatan kami mengenai peristiwa yang boleh dikatakan unik, lucu, asik dan banyak lagi perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, namun intinya adalah kesuksesan bermuara disana.

Tahun 2007 – 2008 adalah titik tolak meningkatnya penjualan kita, waktu itu bisnis yang tengah kami geluti adalah bisnis keripik buah, mulai dari keripik apel yang sangat dikenal dimalang, keripik nangka yang super lezat rasanya, bahkan konon keripik nangka merupakan raja dari
raja keripik buah. Hampir dipastikan setiap kali kita merasakan keripik nangka, otomatis mau beli lagi heee….. dan juga keripik keripik buah yang lain mulai dari nanas, salak hingga buah yang dianggap mustahil dibuat keripik misalkan melon dan semangka.
 
nangka
 
Dengan pasar yang demikian sempit (sebab segmen keripik buah waktu itu adalah untuk kalangan menengah keatas) maka pasar didaerah kami (kota malang) adalah pasar yang amat ketat, sehingga timbul ide untuk memasarkan produk keripik buah kita ke luar area kami.
 
Sebagai seorang UKM, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa modal menjadikan kendala untuk melakukan expansi pasar. Boro-boro dana untuk pengembangan pasar, modal kerja saja sudah kembang kempis, apa lagi mau mengikuti pameran yang tentunya membutuhkan dana yang amat besar.
 

Strategi cerdas pertama kali kita lakukan adalah menghubungi dinas-dinas terkait, mulai dari dinas pertanian, dinas perekonomian, dinas perdagangan serta dinas koperasi dan UKM. tujuannya apa ????, tujuannya tak lain adalah meminta petunjuk serta binaan, syukur-syukur jika ada pameran dan bisa mengikutsertakan produk-produk kita dalam ajang pameran nasional di jakarta.

Selain itu strategi cerdas lainnya adalah mencari informasi binaan dari BUMN-BUMN setempat, sebab tiap BUMN selalu menganggarkan dana untuk kegiatan sosial dan pembinaan UKM Indonesia.

Dengan menghubungi dinas-dinas terkait dan mengikuti program binaan BUMN apakah masalah kita sudah selesai …????? Jawabannya adalah belum.
Disinilah kita ditantang apakah kita layak sukses atau tidak. ceritanya begini …..

Dengan didaftarkannya produk kita ke dinas-dinas terkait maupun program binaan BUMN, otomatis jejak kita terrekam di data base mereka. Tentunya bukan hanya produk-produk kita saja yang ingin mengikuti pameran, produk lain juga. ada yang sudah tahunan baru bisa mengikuti pameran, ada yang baru ikut dan langsung bisa pameran, dan lain sebagainya.

Terkadang bagi sebagian UKM ada yang selalu ikut pameran dan ada juga yang sudah berusaha mati-matian tapi ngga dipanggil-panggil, dan mungkin juga hal ini menimbulkan pertanyaan dan prasangka …… apa ada sesuatu ?????

Jawabannya adalah BETUL memang ada sesuatu. Sesuatu itu adalah produk yang diajak pameran adalah “LAYAK” mengikuti pameran dan produk yang tidak diajak pameran memang “TIDAK LAYAK”.

layak

Lho.. kok ngga layak bagaimana… produkku itu super enak lho, dibanding yang laen produk saya lebih ciamik….

Betul mungkin produk kita enak, namun untuk menjadi “LAYAK PAMERAN” enak saja tidak cukup. Banyak aspek-aspek lain yang patut diperhatikan.
1. Produk prima/ rasa produk enak (hukumnya wajib)
2. Tampilan produk harus enak dipandang mata
3. Desain gambar harus bagus
4. Desain kemasan harus OK
5. Mudah dibawa
6. Harga Terjangkau
Dan yang terakhir adalah harus baik-baik sama yang mengajak pameran hee….

Pengalaman pribadi kami adalah sebagai berikut :
Sebagai UKM yang memiliki semangat juang 45, dan keinginan yang kuat untuk melebarkan sayap hingga penjuru negeri, maka pameran nasional adalah langkah awal untuk menuju kesana. karena produk kita adalah keripik buah, dan umumnya dikemas dengan kemasan alufoil, maka sayapun menggunakan metode yang sama.

Karena pengen ikut pameran maka langkah awal saya adalah merubah desain gambar kemasan menjadi gambar yang se-nge”jreng” mungkin sehingga diharapkan dari kejauhan sudah kelihatan bahwa produk tersebut adalah produk kami.

Seminggu dua minggu belum juga ada kabar, sebulan dua bulan juga belum ada kabar, padahal konon tiap bulan pasti ada kegitan pameran disalah satu BUMN-BUMN atau dinas terkait. Dengan belum terpanggilnya kita dalam ajang pameran tidak membuat kita patah semangat, Karena sudah jenuh dengan rutinitas pekerjaan, dan tidak dipanggilnya kita dalan ajang pameran, maka saya berinisiatif untuk mencari inspirasi, dan target sementara adalah mall-mall setempat.

saya datangi lokasi tempat berkumpulnya para keripik. baik keripik buah maupun umbi-umbian, namun diantara kesekian banyak tak satupun yang applicable dan bisa menjadi inspirasi saya. Singkat cerita akhirnya saya menemukan ide dari produk luar negeri yaitu kripik kentang pringless.

pringles

Singkat cerita yang kami gunakan untuk sementara waktu dan untuk ajang uji coba kami adalah selongsong bekas shutlle cock dan kami lapisi dengan digital printing kertas art paper. sehingga jadilah kemasan yang cukup keren meski dari kemasan bekas. beberapa kemasan kami buat dan kami ajukan ke dinas-dinas terkait beserta binaan BUMN-BUMN.

walhasil produk kami diterima dengan luar biasa dan bulan berikutnya kami diberi kesempatan mengikuti pameran di JCC (Jakarta Convention Center). Dan sebagai hasilnya, hingga saat ini kita memiliki buyer (AGEN) di Jakarta dan Bali.

Cerita detail mengenai usaha kami mendapatkan slongsong dari pabrik dan slongsong bekas, membuntuti mobil pengirim slongsong (layaknya detektip), menunggu pulang buruh pabrik shuttle cock untuk mendapatkan info, dsb-dsb akan kami ceritakan pada kesempatan berikutnya.
dan untuk segala pertanyaan maupun konsultasi bisa dialamatkan ke email kami di This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SEMOGA UKM INDONESIA SUKSES SELALU

wassalam
aa packaging

About Us

Kami menyediakan berbagai macam kemasan untuk UKM.